Rafllessia
Friday, May 16, 2014
Bapak Palang Merah Dunia Biografi Henry Dunant - Bapak Palang Merah Dunia
Bapak Palang Merah Dunia
Biografi Henry Dunant - Bapak Palang Merah Dunia
Biografi Henry Dunant - Mungkin bagi pembaca yang
aktif keorganisasian kesehatan sudah tidak asing lagi dengan tokoh terkenal
yang satu ini. Pria asal Swiss ini merupakan pelopor gerakan sosial terhadap
bidang kesehatan. Di masanya yang diwarnai peperangan antara Prancis dan Itali
itu membuat kepeduliannya semakin kuat terhadap kehidupan manusia. Hingga pada
akhirnya dialah yang memberikan gagasan-gagasan untuk membuat sebuah organisasi
yang mengutamakan keselamatan nyawa manusia. Berikut ini sekilas tentang
biografi Henry Dunant.
Nama lengkapnya Jean Henri Dunant lahir 8 Mei 1828
dan meninggal 30 Oktober 1910 pada usia 82 tahun, yang juga dikenal dengan nama
Henry Dunant, adalah pengusaha dan aktivis sosial Swiss. Jean yang dikenal
sebagai Bapak Palang Merah Dunia ini adalah pemuda yang menyaksikan perang
mengerikan antara pasukan Prancis dan Italia melawan pasukan Austria di
Solferino, Italia Utara pada tanggal 24 Juni 1859. Ketika melakukan perjalanan
untuk urusan bisnis pada tahun 1859, dia menyaksikan akibat-akibat dari Pertempuran
Solferino, sebuah lokasi yang dewasa ini merupakan bagian Italia. Kenangan dan
pengalamannya itu dia tuliskan dalam sebuah buku dengan judul A Memory of
Solferino (Kenangan Solferino), yang menginspirasi pembentukan Komite
Internasional Palang Merah (ICRC) pada tahun 1863. Konvensi Jenewa 1864
didasarkan pada gagasan-gagasan Dunant. Pada tahun 1901, dia menerima
Penghargaan Nobel Perdamaian yang pertama, bersama dengan Frédéric Passy.
Dunant lahir di Jenewa, Swiss, putra pertama dari
pengusaha Jean-Jacques Dunant dan istrinya Antoinette Dunant-Colladon.
Keluarganya adalah penganut mashab Kalvin (''Calvinist'') yang taat serta
mempunyai pengaruh yang signifikan di kalangan masyarakat Jenewa. Kedua
orangtuanya menekankan pentingnya nilai kegiatan sosial. Ayahnya aktif membantu
anak yatim-piatu dan narapidana yang menjalani bebas bersyarat, sedangkan
ibunya melakukan kegiatan sosial membantu orang sakit dan kaum miskin. Dunant
tumbuh pada masa kebangkitan kesadaran beragama yang dikenal dengan nama Réveil,
dan pada usia delapan belas tahun ia bergabung dengan Masyarakat Jenewa untuk
memberikan zakat.
Pada tahun berikutnya, bersama dengan
teman-temannya, ia mendirikan apa yang disebut “Kamis Asosiasi”, sebuah
kelompok anak muda tanpa ikatan keanggotaan resmi yang melakukan pertemuan
rutin untuk mempelajari Bibel dan menolong kaum miskin. Waktu senggangnya
banyak dia habiskan untuk mengunjungi penjara dan melakukan kegiatan sosial.
Pada tanggal 30 November 1852, Dunant mendirikan
cabang YMCA di Jenewa. Tiga tahun kemudian, dia berpartisipasi dalam pertemuan
Paris yang bertujuan membentuk YMCA menjadi sebuah organisasi internasional.
Pada tahun 1849, pada usia 21, Dunant dipaksa meninggalkan College Calvin
karena nilai yang buruk, dan ia memulai magang pada perusahaan Pertukaran Uang
Lullin et Sautter. Setelah berhasil, ia menetap sebagai karyawan bank.
Pada tahun 1853, Dunant mengunjungi Aljazair,
Tunisia, dan Sisilia bertugas pada sebuah perusahaan yang dikhususkan untuk
“koloni dari Setif” (Compagnie genevoise des koloni de Setif). Walaupun sedikit
pengalaman, ia berhasil menyelesaikan tugas. Terinspirasi oleh perjalanan itu,
dia menulis buku pertamanya dengan judul Notice sur la Régence de Tunis (Kisah
tentang Regensi di Tunisia), yang diterbitkan pada tahun 1858.
Pada tahun 1856, Dunant mendirikan perusahaan yang
beroperasi di wilayah-wilayah jajahan luar negeri dan, setelah memperoleh
konsesi lahan dari Aljazair yang ketika itu berada di bawah pendudukan Prancis,
dia juga mendirikan perusahaan perkebunan dan perdagangan jagung bernama
Société financière et industrielle des Moulins des Mons-Djémila (Perusahaan
Keuangan dan Industri Penggilingan Mons-Djémila). Namun, lahan dan hak atas air
yang dijanjikan tidak kunjung ditetapkan dengan jelas, sedangkan otoritas
kolonial di Aljazair juga bersikap kurang kooperatif. Oleh karena itu, Dunant
memutuskan untuk meminta bantuan secara langsung kepada Kaisar Napoleon III
dari Perancis, yang ketika itu sedang berada di Lombardi bersama pasukannya.
Prancis sedang berperang di pihak Piedmont-Sardinia melawan Austria, yang
ketika itu menduduki banyak dari wilayah yang dewasa ini bernama Italia. Markas
Napoleon terletak di kota kecil bernama Solferino. Dunant menulis sebuah buku
yang isinya penuh sanjungan dan pujian bagi Napoleon III untuk dia hadiahkan
kepada kaisar tersebut. Kemudian dia melakukan perjalanan ke Solferino untuk
bertemu secara pribadi dengan Napoleon III.
Dunant tiba di Solferino pada malam hari, 24 Juni
1859, pada hari yang sama sebuah peperangan antara kedua belah pihak telah
terjadi di dekatnya. Tiga puluh delapan ribu luka, mati dan mati, masih di
medan perang, dan ternyata ada sedikit usaha untuk memberikan perawatan. Dunant
berinisiatif mengerahkan penduduk sipil setempat, terutama kaum perempuan, untuk
memberikan pertolongan kepada para prajurit yang terluka dan sakit. Karena
persediaan alat-alat dan obat-obatan yang diperlukan tidak memadai, Dunant
sendiri mengatur pembelian material yang dibutuhkan itu serta membantu
mendirikan rumah sakit darurat. Dia berhasil meyakinkan penduduk setempat untuk
melayani para korban luka tanpa melihat di pihak mana mereka bertempur, sesuai
dengan slogan “Tutti fratelli” (Kita semua bersaudara) yang diciptakan oleh
kaum perempuan dari kota Castiglione delle Stiviere tak jauh dari tempat itu.
Dia juga berhasil membujuk pihak Prancis untuk membebaskan dokter-dokter
Austria yang mereka tawan.
Sekembalinya ke Jenewa pada awal bulan Juli, Dunant
memutuskan menulis sebuah buku tentang pengalamannya itu, yang kemudian dia beri
judul Un Souvenir de Solferino (Kenangan Solferino). Buku ini diterbitkan pada
tahun 1862 dengan jumlah 1.600 eksemplar, yang dicetak atas biaya Dunant
sendiri. Dalam buku ini, Dunant melukiskan pertempuran yang terjadi, berbagai
ongkos pertempuran tersebut, dan keadaan kacau-balau yang ditimbulkannya. Dia
juga mengemukakan gagasan tentang perlunya dibentuk sebuah organisasi netral
untuk memberikan perawatan kepada prajurit-prajurit yang terluka. Buku ini dia
bagikan kepada banyak tokoh politik dan militer di Eropa.
Dunant juga memulai perjalanan ke seluruh Eropa
untuk mempromosikan gagasannya. Buku tersebut mendapat sambutan yang sangat
positif. Presiden Geneva Society for Public Welfare (Perhimpunan Jenewa untuk
Kesejahteraan Umum), yaitu seorang ahli hukum bernama Gustave Moynier,
mengangkat buku ini beserta usulan-usulan Dunant di dalamnya sebagai topik
pertemuan organisasi tersebut pada tanggal 9 Februari 1863. Para anggota
organisasi tersebut mengkaji usulan-usulan Dunant dan memberikan penilaian positif.
Mereka kemudian membentuk sebuah Komite yang terdiri atas lima orang untuk
menjajaki lebih lanjut kemungkinan mewujudkan ide-ide Dunant tersebut,
Manfaat Buah Tomat Bagi Kesehatan
Manfaat Buah Tomat Bagi Kesehatan

1.Mencegah Terjadinya Kanker
Menurut hasil penelitian,dengan adanya kandungan
Likopen pada buah tomat,dapat mencegah terjadi nya kanker prostat,kaknker pada
rahim,kanker pada lambung,pada usus besar,pada pankreas & rektum.
2.Menyegah Terjadinya Penyakit Jantung
Dengan adanya kandungan likopen tadi juga dapat
mencegah serangan jantung,serta di dalam buah tomat terdapat kandungan asam
salsilat yang dapat mencegah pengentalan pada darah.
3.Memperlancar pencernaan
Tomat dapat memperlancar pencernaan sebab pada buah
tomat tekandung banyak serat,mineral & air.
4.Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Dengan kandungan vitamin A dan C di dalam buah
tomat,buah ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
Manfaat tomat untuk Kecantikan
1.Menghilangkan Jerawat
Buah ini
mengandung zat yang bersifat anti radang dan anti bakteri,yang juga dapat
menghilangkan jerawat,Caranya sangat mudah ,tomat dicuci sampai bersih lalu di
belah menjadi beberapa bagian,kemudian oleskan dan ratakan pada wajah,tunggu
sampai kering,terakhir bilas dengan air dingin.
2.Menyehatkan Kulit
Kandungan B3 yang terdapat buah tomat dapat
memperlancar peredaran darah,sehingga kulit tercukupi supaly makanannya.
3.Menghilangkan Komedo
Dengan menggunakan buah tomat sebagai masker juga
dapat menghilangkan komedo yang bandel,serta dapat menghilangkan bekas kemerah
merahan setelah memencet komedo.
4.Memutihkan Wajah
Tomat juga berfungsi memutihkan wajah,caranya buah
tomat,dicampur dengan oatmeal dan buah lemon,oleskan campuran ini pada
wajah,kemudian diamkan selama 10 menit,lalu bilas menggunakan air hangat.
Sekian sobat beberapa Manfaat Buah Tomat Untuk
Kesehatan dan Kecantikan,Semoga bermanfaat
Subscribe to:
Comments (Atom)